Kediri, Jumat 6 Februari 2026 | Berita Satu- Harga komoditas cabai, khususnya cabai rawit, di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengalami penurunan yang signifikan. Berdasarkan rilis harga aneka cabai dari Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri, harga cabai rawit turun rata-rata sekitar Rp4.000 per kilogram di Pasar Induk Pare.
Penurunan harga terjadi pada hampir seluruh varietas Cabai Rawit Merah (CRM). Varietas Brengos 99 turun dari Rp75.000 menjadi Rp71.000 per kilogram. Sementara Asmoro 043 mengalami koreksi lebih dalam, dari Rp75.000 menjadi Rp70.000 per kilogram. Sedangkan cabai rawit lokal Kediri ikut melemah dari Rp73.000 menjadi Rp69.000 per kilogram.
Harga cabai rawit jenis lainnya juga terkoreksi. Prentol/Tumi 99 turun Rp2.000 dari Rp65.000 menjadi Rp63.000 per kilogram, sedangkan Juwita 25 F1 turun Rp3.000 menjadi Rp60.000 per kilogram.
Ketua APCI Kabupaten Kediri, Suyono, menyebut penurunan harga CRM terjadi meski pasokan masih relatif stabil.
“Hari ini harga CRM turun, meski pasokan masih tetap. Sedangkan harga cabai merah besar dan cabai merah keriting masih bertahan, dengan pasokan yang sedikit bertambah,” ujar Suyono, Jumat (6/2/2026).
Untuk Cabai Merah Besar (CMB), harga terpantau stabil. Varietas Gada EVO dijual Rp22.000 per kilogram, Imola Rp21.000 per kilogram, dan Sandi 08 Rp19.000 per kilogram. Sementara Cabai Merah Keriting (CMK), varietas Boos Tavi berada di angka Rp21.000 per kilogram dan Sibad Rp20.000 per kilogram.
Meski harga relatif terkendali, Suyono mengungkapkan produktivitas tanaman cabai di Kediri mengalami penurunan hingga 45 persen. Kondisi tersebut memicu curah hujan tinggi pada bulan November lalu yang menyebabkan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) seperti jamur, lalat buah, dan penyakit layu.
Dari sisi distribusi, Pasar Induk Pare tetap menjadi pusat pengiriman cabai ke berbagai daerah. Pengiriman ke wilayah Jabodetabek tercatat sebanyak 2 ton cabai besar dan 1 ton cabai keriting. Sementara serapan sektor industri meliputi 4 ton cabai besar, 0,7 ton cabai keriting, dan 5 ton cabai rawit.
Pasokan harian di Pasar Induk Pare terdiri dari 8 ton cabai besar asal Kediri dan Jombang, 2,5 ton cabai keriting dari Kediri, serta 14 ton cabai rawit yang dipasok dari Kediri, Banyuwangi, dan Jawa Tengah. (Santo)