Sumenep, Kamis 30 April 2026| Berita Satu- Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai mempercepat pemerataan pembangunan sektor kelautan dan perikanan hingga kawasan kepulauan. Salah satu langkah strategi yang kini didorong adalah pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Pulau Giligenting guna memperkuat perekonomian masyarakat pesisir.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat wilayah kepulauan ini selama ini memiliki potensi perikanan besar, namun belum sepenuhnya dilengkapi dengan fasilitas dan infrastruktur yang memadai. Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, keberadaan KNMP di wilayah kepulauan diyakini mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi nelayan sekaligus meningkatkan produktivitas sektor perikanan daerah.
“Kalau di kepulauan juga ada KNMP, kami yakin pengembangan ekonomi masyarakat di sektor kelautan dan perikanan akan lebih baik,” ujar Achmad Fauzi, Kamis (30/4/2026).
Selain Pulau Giligenting, Pemkab Sumenep juga mengusulkan Kecamatan Pasongsongan dan Ambunten sebagai program pengembangan wilayah serupa. Menurut Fauzi, usulan tersebut didasarkan pada besarnya potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang dimiliki Kabupaten Sumenep sebagai daerah kepulauan terbesar di Madura.
Program KNMP sendiri merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang fokus untuk meningkatkan produktivitas dan nilai hasil tangkapan nelayan.
Sebelumnya, program ini telah direalisasikan di Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang, pada tahun 2025. Di kawasan tersebut, pemerintah membangun berbagai fasilitas pendukung aktivitas nelayan, mulai dari pabrik es portabel, kios pemasaran ikan, bengkel nelayan, hingga sarana penunjang lainnya.
Keberadaan fasilitas yang dinilai mampu membantu efisiensi distribusi hasil tangkapan sekaligus memperkuat daya saing ekonomi masyarakat pesisir.
“Daerah kepulauan seperti Sumenep memiliki sumber daya perikanan yang sangat melimpah,” tandasnya.
Berdasarkan data Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, KNMP di Desa Dapenda mencakup 1.893 kepala keluarga yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Selain itu, terdapat 31 perahu tradisional aktif yang menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Pemkab Sumenep berharap pengembangan KNMP di wilayah kepulauan mampu membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi nelayan serta mengurangi ketimpangan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan.
“Harapannya, sektor kelautan semakin kuat menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah,” tutupnya.
Pengembangan kawasan nelayan modern di kepulauan juga dipandang sebagai strategi memperkuat ketahanan ekonomi pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan secara berkelanjutan. (Mawar)