Surabaya, Kamis 30 April 2026| Berita Satu- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menunjukkan agresivitas ekspansi ekonomi daerah ke pasar internasional. Dalam gelaran Misi Dagang dan Investasi di Malaysia, transaksi yang dibukukan mencapai Rp15,25 triliun, menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam kerja sama perdagangan luar negeri Jawa Timur.
Forum bisnis yang digelar melibatkan 105 pelaku usaha dari berbagai sektor strategis. Nilai transaksi terdiri atas penjualan sebesar Rp14,58 triliun, pembelian Rp19,55 miliar, serta investasi senilai Rp650 miliar. Capaian fantastis tersebut ditopang sejumlah komoditas unggulan Jawa Timur seperti tembaga dan bahan kimia, sekaligus posisi memperkuat provinsi ini sebagai motor ekonomi nasional yang semakin aktif menembus pasar global.
Selain transaksi perdagangan, kerja sama investasi juga menjadi fokus utama dalam forum tersebut. Salah satunya pengembangan kawasan terintegrasi layanan karantina, logistik, dan perdagangan Jatim Hub di kawasan Puspa Agro. Khofifah menegaskan, misi dagang ini bukan sekadar transaksi bisnis, melainkan langkah strategis memperkuat konektivitas ekonomi antara Jawa Timur dan Malaysia.
“Pertemuan ini menjadi momentum membangun kesamaan perspektif dalam memperkuat perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan bagi kedua pihak,” ujar Khofifah, Kamis (30/4/2026).
Dalam forum tersebut juga dilakukan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) dan Letter of Intent (LoI) antara perusahaan Jawa Timur dan Malaysia. Salah satu kerja sama yang menjadi sorotan adalah MoU antara PT Greenfields Indonesia dan MyTernak Malaysia untuk pengembangan komoditas susu segar, makanan hewan, dan sarang burung walet.
Sementara itu, PT Jatim Grha Utama menandatangani LoI dengan Saengineersmy SDN BHD terkait proyek pembangunan kawasan terintegrasi layanan karantina, logistik, dan perdagangan. Khofifah menyebut proses pertemuan satu lawan satu antar pelaku usaha menjadi bagian penting dalam memperkuat jaringan bisnis yang telah dibangun sebelumnya.
“LOI yang ditandatangani hari ini akan ditindaklanjuti agar berkembang dalam skala yang lebih besar,” tandasnya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi pelaku usaha, UMKM, koperasi, dan industri yang terus mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur hingga mampu bersaing di pasar internasional. Menurut Khofifah, penguatan konektivitas bisnis lintas negara harus terus seimbang agar memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap kolaborasi ini terus tumbuh dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat serta dunia usaha,” tambahnya.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Raden Dato’ Mohammad Iman Hascarya Kusumo, menyambut langkah positif Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperluas kerja sama ekonomi regional. Ia menilai misi dagang tersebut menjadi platform strategis untuk membuka peluang kolaborasi baru antara Indonesia dan Malaysia.
“Misi perdagangan dan investasi ini menjadi langkah penting dalam memperluas kemitraan kedua negara,” tutupnya.
Keberhasilan transaksi hingga belasan triliun rupiah ini sekaligus mempertegas kekuatan ekonomi Jawa Timur sebagai salah satu daerah paling agresif dalam membangun jaringan perdagangan dan investasi global. (Kiki)