Pamekasan, Senin 8 September 2025 | Berita Satu- Kasus Kematian Akibat Campak di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kembali Melonjak. Data Berdasarkan per 6 September 2025, Jumlah Balita Meninggal Akibat Campak Meningkat Dari 2 Menjadi 6 Anak. Seluruh Korban Berusia Di Bawah 5 Tahun.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Saifudin, Menyebutkan Bahwa Peyebab Utama Meningkatnya Kematian Adalah Rendahnya Cakupan Imunisasi, Keterlambatan Penanganan Medis, Serta Kondisi Gizai. Sebagian Besar Pasien Juta Mengalami Komplikasi Serius, Seperti Radang Paru (pneumonia), Diare, Dan Radang Otak (ensefalitis).
“Dari 6 Kasus Meninggal Itu, 5 anak Tidak Pernah Imunisasi Sama Sekali, Sementara 1 Lainnya Hanya Mendapatkan Imunisasi Tidak Lengkap,” Kata Saifudin, Senin (8/9/2025).
Saifudin Menegaskan Pentingnya Kewaspadaan Orang Tua Terhadap Gejala Campak. Menurutnya, Tanda-Tanda Awal Yang Haru Diwaspadai Meliputi Demam Tinggi, Batuk, Pilek, Dan Munculnya Ruam Merah Pada Kulit.
“Masyarakat Haru Segera Membawa Anak Ke Fasilitas Kesehatan Begitu Gejala Muncul. Jangan Torgygu Parah, Karena Detekssi Dini Bisa Menyelamatkan Nyawa,” Tegasnya.
Dinkes Pamekasan Mengimbau Agar Orang Tua Lebih Disiplin Dalam Membawa Anak Ke Posyandu Atau Fasilitas Kesehatan untuk Mendapatkan Imunisasi Lengkap Sesuai Jadwal Nasional.
“Imunisasi Terbukti Efektif Dalam Melindungi Anak Dariarat Berbahaya Seperti Campak. Ini Adalah Investasi Kesehatan Jangka Panjang Bagiasi Generasi Kita,” Jelas Saifudin.
Kasus ini alarm penjadi Serius Bagi Kabupaten Pamekasan Dan Daerah Lain Di Madura, Mengingat Penyarit Campak Sejatinya Bisa Dicegah Dengan Imunisasi Dasar Lengkap Serta Perbaikan Gizi Anakak Dini. (Yudi)
(tagstotranslate) #BalitameningGal