Sumenep, Rabu 6 Mei 2026| Berita Satu- Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sumenep terus mendorong penguatan ekonomi perempuan melalui pelatihan keterampilan kreatif. Kali ini, organisasi perempuan tersebut mengadakan pelatihan membuat bunga dari bulu kawat di Sekretariat TP PKK Sumenep sebagai langkah membuka peluang usaha rumahan bagi kaum perempuan.
Pelatihan tersebut tidak sekedar menjadi kegiatan seremonial, namun diarahkan untuk membentuk perempuan mandiri yang mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi di tengah perkembangan pasar kreatif dan digital.
Ketua DWP Kabupaten Sumenep, Diah Suryani Widayati, menegaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia perempuan menjadi fokus utama organisasi yang dipimpinnya.
“Dharma Wanita Persatuan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas SDM perempuan melalui berbagai kegiatan pelatihan keterampilan,” ujar Diah, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, perempuan saat ini dituntut tidak hanya menjalankan peran domestik dalam keluarga, tetapi juga mampu berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian rumah tangga. Oleh karena itu, keterampilan kreatif dinilai menjadi modal penting agar perempuan lebih produktif dan memiliki peluang usaha mandiri.
“Keterampilan seperti ini dapat menjadi modal membuka peluang usaha dan membantu meningkatkan pendapatan keluarga,” katanya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan teknik membuat bunga hias berbahan bulu kawat yang memiliki nilai estetika tinggi dan berpotensi dipasarkan sebagai produk kerajinan tangan. Diah menilai kerajinan bunga bulu kawat memiliki peluang pasar yang cukup menjanjikan karena dapat dikembangkan menjadi produk dekorasi rumah, hadiah, hingga souvenir acara.
“Dengan kreativitas dan ketekunan, karya sederhana ini bisa berkembang menjadi produk bernilai jual,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa usaha kerajinan tangan tidak membutuhkan modal besar, namun membutuhkan kreativitas, kesabaran, dan konsistensi dalam pengembangan produk. Selain pelatihan teknis, peserta juga didorong untuk mulai memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Jangan ragu mengembangkan ide, mencoba model baru, dan memanfaatkan peluang pasar melalui media digital,” tegasnya.
Tak hanya berorientasi pada ekonomi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang memperkuat solidaritas dan silaturahmi antaranggota DWP Kabupaten Sumenep.
DWP berharap pelatihan keterampilan perempuan semacam ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan tema yang lebih beragam guna menciptakan perempuan kreatif, mandiri, dan berdaya saing di era modern. (Mawar)