Probolinggo, Minggu 9 November 2025 | Berita Satu- Cuaca yang tidak menentu akibat angin kencang dan hujan di perairan utara Probolinggo tak membuat aktivitas nelayan terhenti. Mereka tetap melaut seperti biasa, meski kini harga ikan laut di sejumlah pasar mulai mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Pantauan di beberapa pasar ikan di Kota Probolinggo, harga berbagai jenis ikan laut terpantau naik antara 10 hingga 30 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
“Sudah satu bulan harga ikan laut naik, Mas,” ujar Soleha, salah satu pedagang ikan di pasar tradisional Probolinggo, Minggu (9/11/2025).
Menurut Soleha, harga ikan Tongkol kini mencapai Rp30.000 per kilogram, sementara Ikan Belanak juga di kisaran Rp30.000 per kilogram. Untuk Cumi-cumi, harga bervariasi tergantung ukuran, mulai dari Rp60.000 hingga Rp90.000 per kilogram.
“Kalau harganya tergantung besar kecilnya ikan, yang besar pasti lebih mahal,” paparnya.
Meski harga naik, stok ikan di pasar masih aman. Hal ini dibenarkan oleh Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Probolinggo, Moh. Hadi yang menyatakan hasil tangkapan nelayan masih dalam kondisi normal.
“Masih tangkapan normal, tidak ada kekurangan stok. Untuk ikan lokal kisaran Rp20.000–30.000 per kilogram, seperti ikan kursi, suwangi, mengalah, kembung, dan tengkorak. Sedangkan untuk Tongkol dan Cumi ukuran 5–10 size harganya sekitar Rp45.000 per kilo,” jelasnya.
Menurutnya, kenaikan harga lebih disebabkan oleh faktor cuaca dan permintaan pasar, bukan karena penurunan hasil tangkapan.
Kenaikan harga ikan laut ini juga menjadi indikasi naiknya daya beli masyarakat menjelang akhir tahun, dimana kebutuhan konsumsi rumah tangga dan sektor kuliner meningkat. (Bambang)