Sumenep, Minggu 8 Februari 2026 | Berita Satu- Acara RS BHC Run 2026 sukses besar dan menjadi magnet baru olahraga massal di Jawa Timur. Ajang lari yang digagas Rumah Sakit Baghraf Health Care (RS BHC) ini berhasil menarik ribuan peserta dari berbagai daerah, meski baru pertama kali digelar.
Berlokasi di Jalan Jokotole Lingkar Barat, Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, Minggu (8/2/2026), RS BHC Run mempertandingkan beberapa kategori, mulai dari 5K, 8K, hingga Jalan-Jalan Sehat (JJS). Selain mengampanyekan gaya hidup sehat, acara ini juga menyedot perhatian masyarakat dengan total hadiah mencapai Rp1 miliar.
Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Ketua Banggar DPR RI sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH Said Abdullah, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim yang juga Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, serta jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan lainnya.
MH Said Abdullah mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap RS BHC Run 2026. Ia menilai, untuk event yang baru pertama kali digelar, capaian tersebut menunjukkan besarnya minat masyarakat Jawa Timur terhadap olahraga berbasis komunitas.
“Antusiasme masyarakat Jawa Timur luar biasa, baik di kategori 8K, 5K, maupun jalan sehat. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya,” ujar Said.
Menurutnya, partisipasi peserta yang tinggi harus dijadikan energi positif agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Bahkan, RS BHC Run direncanakan menjadi agenda tahunan yang berpotensi masuk dalam kalender event daerah Kabupaten Sumenep.
“Kami berharap event ini bisa digelar rutin setiap tahun. Idealnya setiap Januari dan masuk kalender tahun daerah. Meski bukan program pemerintah, ini bentuk kontribusi nyata bagi daerah,” kata Said Abdullah, yang juga Ketua Banggar DPR RI.
Ditegaskannya, RS BHC Run tidak hanya berfungsi sebagai ajang olahraga, tetapi juga sarana promosi potensi daerah. Melalui acara ini, masyarakat dari luar daerah diharapkan semakin tertarik untuk berkunjung ke Sumenep.
“Acara seperti ini bukan hanya soal lari, tapi juga membuka ruang promosi daerah dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” imbuh politisi Senior PDI Perjuangan ini.
Ke depan, Said juga membuka peluang pengembangan cabang olahraga lain seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga baru. Langkah tersebut diyakini dapat memperkuat sektor kerakyatan ekonomi di Kabupaten Sumenep.
“Selain lari, ke depan kami akan mengembangkan cabang olahraga lain. Di Sumenep mulai mengembangkan olahraga dayung, dan insya Allah mencoba tahun depan akan kami coba,” tutupnya. (Jubah)