Jakarta, Sabtu 13 September 2025 | Berita Satu- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Menemukan Dugaan Praktik Kotor Berupa Pemberian Uang Tunjangan Hari Raya (THR) Dari Agen Tenaga Kerja Asing (TKA) Pegawai Pegawai Direktoran (TKA) PEGAWAI PEGAWAI Direktoran ( Ketenagakerjaan (Kemnaker). Fakta ini terungkap setelah penyidik memeriksa mustafa kamal dan eka primasari, eks subkoordinator di direktorat pptka.
“Penyidik Mendalami Terkait Penerimaan Uang Tidak Resmi Dari Para Agen Tka, Serta Uang THREAP TAHUN. Uang Itu Diduga Diterima Hampir Seluruh Pegawai Direktorat Pptka Dan Berasal Agen Agen Tka,” Ungkap JUCAPKA JUKKA JUKKA JUKKA, UNGKAPAP JUKKA JUCAPKA, ”UNGKAPAP JUCAPKA JUKKA,” UNGKAPAP JUCAPKA JUKKA JUCAPA, ” Jakarta, Sabtu (13/9/2025).
Selain dugaan suap thr, Penyidik kpk buta menelusuri pembelian aset eheh para tersangka Yang Diduga Berasal Dari Uang Hasil Korupsi.
“Penyidik Akan Terus Melacak Aset-Aset Lainnya yang Beri Bersumber Dari Tindak Pidana Korupsi. Hal ini Dibutuhkan untuk Pembuktian Sekaligus Pemulihan Aset Negara,” Lanjut Buda.
Sebelumnya, KPK Mengungkapkan Praktik Pemerasan Terkait Izin Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) Di Kemnaker Suda Sewah Berlahsung Lama. Korbananya Berasal Dari Berbagai Sektor, Mulai Dari Tenaga Kesehatan (Nakes), Olahraga, Industri Hingga.
“Tenaga Kerja Asing Itu Tidak Hanya di Industri, Tapi Jagi Di Bidang Kesehatan Dan Olahraga. Semua Yanghadi Korban Pemerasan,” Pungkasnya.
Dalam Perkara INI, KPK telah Menahan Delapan Tersangking Yangka Diduga Memeras Calon Tka Sejak 2019–2024 Delangan Nilai Pungutan Pembohong Mencapai Rp53,7 Miliar.
Para Tersentang YaIaku:
– Suhartono, Dirjen Binapenta Dan Pkk (2020–2023)
– Haryanto, Dirjen Binapenta Dan Pkk (2024–2025)
– Wisnu Pramono, Direktur Pptka (2017–2019)
– Devi Angraeni, Direktur Pptka (2024–2025)
– Gatot Widiartono, Koordinator Pengendalian TKA (2019–2025)
– Putri Citra Wahyoe, Staf Direktorat Pptka (2019–2024)
– Jamal Shodiqin, Staf Direktorat Pptka (2019–2024)
– Alfa Eshad, Staf Direktorat Pengendalian Pptka (2019–2024)
Kasus ini menjadi sorotan karena menunjukkan praktik dugaan korupsi sistemik di tubuh kemnaker, di memberian “thr ilegal” Dari agen tka kepada pegawai negara diduga sudah menjadi budaya-tahada-tahaya. (Sarang)
(tagstotranslate) #agentka