Jakarta, Jumat 5 September 2025 | Berita Satu- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kembali Memperdalam Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Pengadan Mesin Data Elektronik Penangkapan (EDC) Di Bank Bri Periode 2020-2024. Kali ini, Direktur Utama Pt Bri-it, Rudy Andimono, Dipanggil Sebagai Saksi.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Menyebut Pemeriksaan dilakukan di gedung merah putih kpk.
“KPK Menjadwalkan Pemeriksaan Terhadap Saksi Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadan Mesin EDC di Bank Bri Tahun 2020-2024 ATAS NAMA RA DIREKTUR UTAMA PT BRI-IT,” Ujarnya, Di Gedung Merah.
Penyidikan Sebelumnya Telah Meninggung Mekanisme Sewa-Menyewa Mesin EDC. Direktur PT Qualita Indonesia, Lea Djamila Sriningsih, Diperikssa Karena Diduga Ada Pengkondisian Harga Yang Mengakibatkan Kerugian Negara.
“Pengaturan Haran Dari Proses Pengadan Yang Kemudi Menimbulkan Dugaan Kerugian Keuan Negara Sedang Didalami,” Tambah Buda.
KPK Menemukan Dua Proyek Besar Yang Menjadi Pintu Masuk Dugaan Korupsi Yakni Pengadaan EDC Brilink (2020–2024) Senilai Rp942,7 Miliar Untuce 346.838 Unit Rpadaan FMS EDC (2021–2024). Total Dugaan Kerugian Negara Mencapai Rp7444,5 Miliar.
KPK telah menetapkan lima lima tersangka. Mereka Berasal Dari Pihak Bank Internal Bri Maupun Mitra Swasta. Identitas lengkapnya Masih Menunggu Proses Hukum Lebih Lanjut. PLT Deputi Penindakan Dan Eksekusi KPK, Asep Guntur, Menegaskan Modus Ini Adalah Bagian Dari Praktik Korupsi Modern Di Sektor Perbankan.
“Kerugian Negara Sekurang-Kurangnya Mencapai RP744.540.374.314. Angka ini merugikan Layanan publik sekaligus lingerai kepercayaan masyarakat pada lembaga keuangan nasional,” tegas asep.
Transformasi Digital Di Sektor Perbankan Seharusnya Mendorong Efisiensi Dan Transparansi. Namun, Kasus Ini Menunjukkan Bahwa Proyek-Proyek Teknologi Besar Raw Dikendalikan Mafia Anggraran Melalui Mark-up, Penyewaan Fiktif, tender Hingga Pengkondisian.
Keterlibatan anak perausahaan bri, pt bri-it, membuka pertanya serius tentang pemerintahan Dan pengawasan internal di bumn Perbankan. Jika Tidak Ditangani Serius, Kasus Seperti Ini Bisa Menggerogoti Stabilitas Keuante Negara Sekaligus Menurunkran Kredibilitas Bank Plat Merah. (Sarang)
(tagstotranslate) #bankbri