Sumenep, Selasa 5 Mei 2026| Berita Satu- Komitmen Baznas Kabupaten Sumenep dalam menjangkau masyarakat miskin di wilayah kepulauan kembali terbukti. Demi memastikan bantuan tepat sasaran, tim Baznas rela menempuh perjalanan laut selama sekitar tujuh jam menuju Pulau Ra’as untuk melakukan verifikasi langsung calon penerima bantuan Rumah Tinggal Layak Huni (RUTILAHU).
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk keseriusan Baznas dalam memastikan penyaluran bantuan zakat benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan, termasuk masyarakat di daerah terpencil kepulauan.
Ketua Baznas Kabupaten Sumenep, Ahmad Rahman, bersama tim pendistribusian turun langsung ke Desa Brakas dan Desa Ketupat, Kecamatan Kepulauan Ra’as. Perjalanan panjang dimulai dari Pelabuhan Kalianget Pulau Ra’as melalui jalur laut selama kurang lebih tujuh jam, kemudian dilanjutkan perjalanan darat sekitar satu jam.
“Kami harus menempuh perjalanan sekitar tujuh jam laut dari Kalianget dan dilanjutkan satu jam perjalanan darat untuk menemui langsung para calon penerima bantuan RUTILAHU di Pulau Ra’as,” ujar Ahmad Rahman, Selasa (5/5/2026).
Dalam proses verifikasi tersebut, terdapat empat warga yang masuk dalam calon penerima bantuan rumah layak huni. Salah satunya adalah Sayati (45), warga Desa Brakas yang rumahnya hangus terbakar pada 23 Maret 2026 lalu.
Sementara tiga warga lainnya berasal dari Desa Ketupat, yakni Salama, Halima, dan Enju, yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana angin kencang disertai hujan deras pada Maret 2026. Baznas menyatakan bantuan tidak hanya diberikan secara administratif, tetapi melalui pengecekan langsung kondisi penerima di lapangan.
“Penyerahan bantuan secara simbolis sudah dilakukan bersama pihak kecamatan dan aparat desa. Untuk pembangunan rumah, Baznas akan berkolaborasi dengan pemerintah kecamatan dan desa,” jelasnya.
Program bantuan RUTILAHU tersebut menjadi bagian dari upaya Baznas memperluas pelayanan sosial berbasis zakat hingga ke wilayah kepulauan yang selama ini memiliki tantangan akses dan infrastruktur. Penyaluran bantuan juga disaksikan langsung oleh pemerintah kecamatan dan aparat desa setempat untuk memastikan transparansi serta akuntabilitas pendistribusian dana zakat kepada masyarakat.
Langkah Baznas Sumenep ini mendapat perhatian karena menunjukkan pelayanan sosial tidak hanya menjangkau wilayah daratan, tetapi juga menyentuh masyarakat pelosok kepulauan yang membutuhkan bantuan pascabencana. (Jubah)