Manado, Sabtu 8 November 2025 | Berita Satu- Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia menggelar aksi penanaman mangrove di kawasan pesisir Grand Luley, Manado, Sulawesi Utara.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay, serta sejumlah senator dari berbagai provinsi, termasuk Senator Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama.
Aksi tersebut menjadi bagian dari gerakan nasional “Demokrasi Hijau” atau “Senator Peduli”, yang digagas oleh Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin. Gerakan ini telah dilaksanakan di berbagai daerah, seperti Bengkulu dan Sulawesi Tengah, dan kini menyapa Sulawesi Utara sebagai bentuk kepedulian senator terhadap kelestarian alam Indonesia.
Anggota DPD RI Lia Istifhama menegaskan bahwa kegiatan penanaman pohon memiliki makna spiritual dan sosial yang di dalamnya.
“Menanam pohon bukan sekedar simbol, tapi wujud tanggung jawab moral senator kepada bumi. Pohon adalah sedekah hidup, manfaatnya terus mengalir untuk manusia dan seluruh makhluk,” ujar Lia Istifhama, Sabtu (8/11/2025).
Lia menambahkan, kegiatan ini memiliki lima tujuan utama, yaitu menjaga kelestarian lingkungan, memulihkan aliran sungai, menekan emisi karbon, menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian alam, serta menjadikan kegiatan penanaman pohon sebagai amal jariyah.
“Islam mengajarkan bahwa siapa pun yang menanam pohon lalu buah atau naungannya dimanfaatkan makhluk hidup, maka pahala akan terus mengalir. Jadi menanam mangrove hari ini bukan hanya menjaga bumi, tapi juga investasi pahala,” tegas Ning Lia, yang juga dikenal sebagai Senator Terpopuler dan Paling Disukai di Jatim versi ARCI.
Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman menilai aksi tanam mangrove bukan sekedar seremoni, melainkan bentuk nyata dukungan lembaga negara terhadap penguatan ekosistem pesisir yang kini merupakan ancaman serius akibat perubahan iklim.
“Penanaman mangrove ini adalah simbol komitmen menjaga bumi. Sulawesi Utara mempunyai potensi besar dalam pengelolaan sumber daya pesisir. Dukungan antara pemerintah pusat dan daerah harus seirama agar manfaatnya dirasakan masyarakat,” jelas Akbar.
Hal senada disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan.
“Pemprov Sulut berkomitmen menjaga keseimbangan antara ekonomi dan ekologi.Penanaman mangrove ini menjadi momentum bersama untuk memperkuat ekosistem dan menjamin masa depan generasi mendatang,” ujar Victor.
Penanaman mangrove di Sulawesi Utara memberikan manfaat besar secara ekologis dan ekonomi. Secaras, ekologi mangrove berperan penting sebagai penyerap karbon alami (carbon sink), pencegah abrasi, serta pelindung pesisir dari gelombang besar. Dari sisi ekonomi, kawasan mangrove yang terjaga dapat dikembangkan menjadi destinasi ekowisata dan sumber penghidupan masyarakat pesisir. (Kiki)