Jakarta, Rabu 1 April 2026 | Berita Satu- Tekanan terhadap komunitas internasional meningkat setelah tiga prajurit TNI gugur dalam serangan terhadap markas pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon. DPR RI mendesak penyelidikan menyeluruh dan transparan atas insiden yang memperkeruh konflik Timur Tengah tersebut.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Budisatrio Djiwandono, menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan proses pengungkapan fakta dilakukan secara terbuka dengan melibatkan seluruh pihak terkait, termasuk UNIFIL.
“Kami mendorong investigasi yang transparan dan komprehensif. Hak keluarga korban juga wajib dipenuhi,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Budisatrio juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah pemerintah yang mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadakan rapat darurat Dewan Keamanan sebagai respons cepat atas eskalasi konflik.
Serangan yang diduga berasal dari Israel tersebut dinilai tidak hanya mengancam keselamatan pasukan penjaga perdamaian, tetapi juga memperbesar risiko konflik regional yang lebih luas. Budisatrio menilai, langkah konkret untuk meredakan ketegangan harus segera dilakukan, termasuk perlindungan maksimal terhadap warga sipil dan misi perdamaian personel.
“Kami mengecam keras serangan ini. Semua pihak harus menjaga diri dan menghormati hukum internasional,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, telah melakukan komunikasi langsung dengan Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, guna mendorong pembahasan darurat di Dewan Keamanan. Indonesia juga menuntut investigasi yang cepat, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap pelaku serta penyebab serangan yang menjatuhkan tiga personel TNI tersebut.
“Tak hanya itu, pemerintah juga berkoordinasi dengan Menteri Luar Negeri Lebanon, Yousef Raggi, sebagai bagian dari upaya komunikasi meredakan ketegangan di Kawasan,” tutupnya.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan perdamaian serta mendorong penghormatan terhadap hukum internasional di konflik tengah yang terus meningkat. (Sarang)