Jakarta, Kamis 9 Oktober 2025 | Berita Satu- Kepolisian memastikan situasi di salah satu sekolah internasional di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, aman dan terkendali setelah muncul laporan ancaman bom yang sempat membuat panik para siswa dan orang tua, Rabu (8/10/2025).
Ancaman tersebut diterima pihak sekolah melalui pesan WhatsApp dari nomor asing yang diduga berasal dari Nigeria. Dalam pesan itu, pelaku mengancam akan menanyakan bom dalam waktu 45 menit, dan meminta uang tebusan sebesar 30.000 dolar AS melalui Bitcoin.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Polda Metro Jaya langsung dikerahkan ke lokasi. Sebanyak 21 personel diterjunkan di bawah komando AKP Mujadi untuk melakukan penyusiran menyeluruh di seluruh area sekolah.
“Setelah kami melakukan pemeriksaan secara detail, tidak ditemukan bahan peledak maupun benda mencurigakan. Kondisi sekolah dipastikan aman,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz, Kamis (9/10/2025).
Tim Gegana memeriksa ruang kelas, laboratorium, lobi utama, kantin, hingga area bermain menggunakan peralatan deteksi bahan peledak berteknologi tinggi.
Penyusiran dilakukan selama lebih dari dua jam untuk memastikan keamanan total.
“Kami telah melakukan sterilisasi secara menyeluruh dan hasilnya nihil. Tidak ada temuan yang mengancam keselamatan,” tegas Erick.
Polisi menilai ancaman tersebut merupakan bentuk teror siber (cyber teror) yang sengaja dikirim untuk menebar ketakutan. Meski begitu, penyelidikan tetap dilakukan oleh tim gabungan dari Polda Metro Jaya, termasuk Direktorat Siber dan Reserse Kriminal Umum, guna melacak pelaku pengirim pesan.
Ancaman bom diketahui dikirim pada Selasa (7/10/2025) sekitar pukul 05.09 WIB melalui nomor +2349165620857, yang terdeteksi berdomain Nigeria. Pesan itu meminta pihak sekolah mentransfer uang agar bom tidak diledakkan. Kini, seluruh aktivitas belajar mengajar kembali berjalan normal setelah polisi menyatakan lokasi aman.
“Kami mengimbau masyarakat, terutama para orang tua siswa, agar tidak panik dan tidak menyebarkan informasi tanpa terverifikasi,” tambah Kapolres.
Sekolah internasional tersebut tercatat memiliki 229 siswa dan 56 guru dari berbagai jenjang pendidikan. (Sarang)