Jakarta, Sabtu 7 Februari 2026 | Berita Satu- Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menilai penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir sebagai sinyal awal membaiknya kondisi perekonomian nasional.
Namun, Lia mengingatkan bahwa pemulihan modal pasar tidak dapat membuat pemerintah abai terhadap penguatan investasi di daerah. Menurut Lia, naiknya IHSG mencerminkan mulai pulihnya kepercayaan pelaku pasar. Kendati demikian, fondasi ekonomi nasional dinilai belum sepenuhnya aman jika pertumbuhan hanya bertumpu pada sektor keuangan.
Pemerataan investasi ke daerah dan penguatan sektor riil disebut menjadi faktor penentu bagi ketahanan ekonomi jangka panjang.
“IHSG yang meningkatkan diapresiasi.Tetapi tantangan yang sesungguhnya adalah memastikan dampak pemulihan itu dirasakan langsung oleh daerah dan masyarakat,” kata Ning Lia sapaan akrabnya dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Senator Cantik DPD RI asal Jatim ini menekankan pentingnya mendorong arus investasi ke sektor-sektor produktif di daerah, seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pertanian, industri kreatif, serta pengolahan sumber daya lokal. Sektor-sektor tersebut dinilai memiliki kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan mampu menopang perekonomian nasional saat pasar keuangan bergejolak.
Lia juga menyoroti perlunya keberpihakan kebijakan pemerintah terhadap daerah. Ia menyebut kemudahan perizinan, kepastian hukum, serta percepatan pembangunan infrastruktur dasar sebagai prasyarat utama untuk menarik investasi ke luar pusat-pusat ekonomi besar.
“Jika investasi terus menumpuk di kota-kota besar, ketimpangan akan semakin lebar. Padahal, daerah memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Selain itu, Lia menilai koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus diperkuat, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang tidak disebutkan. Sinergi kebijakan berskala krusial untuk menjaga iklim investasi tetap stabil sekaligus melindungi pelaku usaha di daerah.
Ia menegaskan bahwa pemulihan IHSG seharusnya dijadikan momentum untuk melakukan pembenahan struktural ekonomi.
“Pemerataan investasi merupakan langkah strategis agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terlihat pada grafik pasar modal, tetapi benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas,” tutupnya. (Kiki)