Probolinggo, Senin 27 Oktober 2025 | Berita Satu- Kota Probolinggo digegerkan oleh aksi brutal sekelompok remaja berpakaian serba hitam yang diduga merupakan gerombolan gengster, menyerang Kafe Asyiq di Kelurahan/Kecamatan Kedupok, Sabtu malam (25/10/2025) sekitar pukul 22.45 WIB.
Peristiwa ini langsung mendapat sorotan tajam dari Ketua Fraksi Gerindra sekaligus Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo, Riyadhus Sholihin. Ia menyatakan menekankan secara mendalam dan mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk segera menangkap para pelaku dan mengungkap motif dibalik serangan tersebut.
“Saya sangat prihatin atas peristiwa penyerangan terhadap sebuah kafe di wilayah Kota Probolinggo yang dilakukan oleh sejumlah kelompok remaja itu. Saya berharap aparat penegak hukum bertindak tegas menindak siapa pun yang terlibat, termasuk aktor di baliknya,” tegasnya. Riyadhus Sholihin, Senin (27/10/2025).
Menurutnya, aparat perlu menelusuri apakah pelaku memiliki kaitan dengan kelompok tertentu seperti perguruan silat atau geng jalanan. Riyadhus menilai penting untuk meluruskan motif kejadian agar tidak muncul persepsi pembohong di masyarakat.
“Kalau motifnya masalah pribadi dengan karyawan kafe, maka harus dijelaskan secara terbuka. Jangan sampai publik salah paham mengira ini penyerangan terhadap kafe secara umum,” jelasnya.
Politikus Gerindra juga menekankan, transparansi informasi sangat penting untuk menjaga kondusivitas Kota Probolinggo. Ia meminta agar aparat tidak hanya menindak pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap dalang yang mengatur aksi kekerasan tersebut.
“Kami harap kepolisian mengungkap dengan jelas apakah ini gengster, perguruan silat, atau kelompok remaja biasa. Jangan biarkan premanisme tumbuh di kota ini. Probolinggo harus tetap aman dan kondusif,” tutupnya.
Peristiwa penyerangan ini menambah daftar panjang aksi kekerasan jalanan yang akhir-akhir ini marak di sejumlah daerah Jawa Timur. Warga pun berharap pihak kepolisian segera bertindak cepat agar ketenangan masyarakat Kota Probolinggo dapat pulih kembali. (Bambang)