Surabaya, Kamis Maret 2026 | Berita Satu- Kinerja investasi di Jawa Timur tetap menunjukkan tren positif di tengah tekanan geopolitik global. Realisasi investasi yang melampaui target bahkan mampu menyerap sekitar 347 ribu tenaga kerja, menjadi indikator kuatnya stabilitas perekonomian daerah.
Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menilai pencapaian tersebut mencerminkan ketahanan ekonomi regional sekaligus kontribusi nyata terhadap perekonomian nasional.
“Peningkatan pengeluaran yang melampaui target serta penyerapan energi kerja dalam jumlah besar menjadi sinyal positif.Jawa Timur menunjukkan peran strategi dalam perdagangan global,” ujar Lia, Kamis (19/3/2026).
Menurutnya, sesungguhnya realisasi investasi menunjukkan kepercayaan investor yang terus menguat, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, terhadap potensi ekonomi Jawa Timur. Di tengah dinamika global yang belum disebutkan, faktor adaptasi masyarakat dan pelaku usaha dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas perekonomian daerah.
Lia juga menyoroti momentum Ramadhan hingga Syawal yang dinilai mampu mendorong aktivitas ekonomi, mulai dari konsumsi hingga investasi. Momentum tersebut diharapkan dapat memperkuat tren pertumbuhan sekaligus menekan angka kemiskinan.
“Momentum ini diharapkan menjadi pendorong investasi yang sehat dan berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ning Lia sapaan akrabnya menekankan pentingnya menjaga kualitas investasi yang berkelanjutan, tidak hanya mencapai angka realisasi, tetapi juga memastikan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas.
“Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat disebut menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif dan kompetitif,” tutupnya.
Dengan tren positif yang terus berlanjut, Jawa Timur yakin mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu motor penggerak perekonomian nasional, bahkan di tengah tantangan global yang semakin kompleks. (Kiki)