Surabaya, Jumat 26 September 2025 | Berita Satu- Media Industri Lokal Di Indonesia Kini Berada Di Ujung Tanduk. Banyak Media Daerah Terpaksa Menutup Biro, Sementara Media ARUS Utama Memangkas Karyawan Akibat Anjloknya Pendapatan Iklan. Ironisnya, Pangsa Iklan Digital Nasional Justru Lebih Banyak Tersedot Ke Platform Asing Yang Tidak Memiliki Kontribusi Signifikan Terhadap Ekosistem Jurnalisme Lokal.
Kondisi Ini Mendapat Perhatian Serius Dari Anggota Dpd Ri Asal Jawa Timur, Lia Istifhama Atau Akrab Disapa Ning Lia. Ia Menyerukan Langkah Strategi Penyelamatan Media Lokal, Salah Satunya MelalUi Penghapatan Pajak Penghasilan (PPH) Dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas Iklan Media Lokal.
“Media Lokal Tidak Hanya Kehilangan Pendapatan, Tapi Jagi Daya Saing Akibat Beban Fiskal Yang Tidak Adil. (27/9/2025).
Menurut Ning Lia, Anggapan Bahwa Penghapasan PPH Dan Ppn Akan Merugikan Negara Adalah Keliru. Sebaliknya, Kebijakan ini bisa parahadi investasi jangka panjang unkuat demokrasi dan keberagaman informasi di akar rumput.
“Media Lokal Adalah Pilar Demokrasi. Mereka Mereka Merekam Realitas Sosial Yang Sering Tak Terjangkau Media Nasional, Platform Apalagi Global. Media Menguatkan Lokal Berarti Menguatkan Suara Rakyat,” Tambah Putri Kh Maskur Hayaim Itu.
Selain Isu Fiskal, ning lia beda Menyoroti Ancaman Kecerdasan Buatan (AI). IA Menegaskan, AI Global Kini Terus Menyerap Konten Media Tanpa Perlindungan Yang Jelas Terhadap Hak Dan Kontribusi Media Lokal.
“Kalau Ai Belajar Dari Kita Kita Tidak Ada Perlindungan, ITU Berbahaya. Media Lokal Haru Bujangun Identitas Digital Yang Kuat, Dan Negara Wajib Menyusun Kerangka Kerja Perlindungan Konten LoKal Di Global Di Global,”.
Ning lia ruga Mengapresiasi langkah sejumlah jaringan nasional Yang Menggandeng Media Lokal Dalam Pelatihan, Kolaborasi Konten, Dan Monetisasi.
“Media Keberlanjutan Haru Didukung Strategi Kolaboratif Dan Kebijakan Negara Yang Pro-Media Lokal, Bukan Hanya Mengandalkan Pajak,” Pungkasnya. (Kiki)
(tagstotranslate) #ai #DartificialIntelligence