Sumenep, Selasa 2 Juni 2026 | Berita Satu- Keterbatasan ekonomi dan akses pendidikan tidak menjadi penghalang bagi Bagus R, pemuda asal Pulau Saredeng, Desa Saseel, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, untuk menggapai pendidikan tinggi. Anak nelayan tersebut kini berhasil menempuh kuliah di Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura berkat dukungan Beasiswa Pelita dari SKK Migas dan Kangean Energy Indonesia (KEI).
Di tengah tantangan hidup sebagai warga kepulauan yang jauh dari pusat pendidikan, Bagus memilih melawan keadaan dengan tekad dan kerja keras. Impiannya untuk mengubah masa depan menjadi motivasi utama untuk terus bertahan di bangku kuliah.
Kesempatan besar datang ketika Program Beasiswa Pelita dibuka bagi mahasiswa di wilayah operasional SKK Migas–KEI. Bagus melihat program tersebut sebagai peluang untuk mewujudkan cita-citanya.
Meski harus melalui proses seleksi yang ketat, ia tidak menyerah. Bagus mempersiapkan berbagai persyaratan, termasuk menulis esai yang menggambarkan mimpi, gagasan, serta komitmennya untuk berkontribusi bagi daerah asal di Kepulauan Sapeken.
Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil. Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika semester VI tersebut berhasil menjadi salah satu penerima Beasiswa Pelita yang diperuntukkan bagi generasi muda berprestasi di wilayah kepulauan.
“Alhamdulillah saya mendapat kesempatan menerima Beasiswa Pelita. Saya ingin membuktikan bahwa anak nelayan dari pulau kecil juga memiliki peluang yang sama untuk meraih cita-cita besar. Beasiswa ini bukan hanya bantuan, tetapi juga harapan untuk masa depan saya,” ujar Bagus.
Bagus pengakuan dukungan dari SKK Migas dan KEI menjadi energi baru baginya untuk terus berprestasi. Selain fokus pada akademik, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi guna memperluas wawasan, membangun hubungan, serta meningkatkan kapasitas diri.
Menurutnya, pengalaman berorganisasi menjadi bekal penting untuk kelak memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kepulauan Sapeken, khususnya Pulau Saredeng.
“Tanpa bantuan ini, mungkin perjalanan pendidikan saya tidak akan sampai sejauh ini. Saya sangat bersyukur dan berkomitmen belajar lebih banyak lagi agar nantinya bisa berkontribusi bagi daerah asal saya,” tutupnya.
Kisah Bagus menjadi gambaran bahwa keterbatasan geografis dan ekonomi bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Dengan dukungan pendidikan yang tepat, anak-anak dari wilayah kepulauan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan bersaing di dunia akademik.
Program Beasiswa Pelita yang digagas SKK Migas dan Kangean Energy Indonesia pun dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda di wilayah kepulauan, sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia unggul yang siap membangun daerahnya di masa depan.
Perjalanan Bagus R menjadi bukti bahwa mimpi besar bisa lahir dari pulau kecil. Ketekunan, kerja keras, dan kesempatan yang diberikan melalui pendidikan mampu menjadi jembatan bagi generasi muda untuk mengubah masa depan mereka. (Jubah/*)