Sumenep, Senin 11 Mei 2026 | Berita Satu- Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, resmi memberangkatkan 1.356 calon jemaah haji tahun 2026 menuju Embarkasi Surabaya, Senin (11/05/2026). Di tengah suasana haru pelepasan, Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekedar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang menuntut kesiapan mental, keikhlasan, dan kekhusyukan penuh.
Pesan itu disampaikan KH Imam Hasyim saat melepas keberangkatan jemaah di GOR A. Yani Pangligur. Ia meminta seluruh calon jemaah haji mendasarkan niatnya semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT dan tidak menjadikan ibadah haji sebagai simbol status sosial.
“Ibadah haji adalah perjalanan spiritual. Oleh karena itu, seluruh jemaah harus menjaga niat dan kekhusyukan dalam setiap rangkaian ibadah,” tegasnya.
Menurutnya, keberangkatan ke Tanah Suci harus menjadi momentum memperbaiki diri sekaligus meningkatkan kualitas keimanan. Para jemaah juga diminta memperbanyak ibadah, doa, dan dzikir selama berada di Makkah dan Madinah.
Selain kesiapan spiritual, Wabup juga menyoroti pentingnya menjaga solidaritas antarjemaah. Ia mengingatkan para jemaah untuk tidak berjalan sendiri-sendiri serta selalu mematuhi Arahan petugas pendamping demi keamanan dan kelancaran ibadah.
“Kebersamaan menjadi kunci penting dalam menjalankan ibadah haji. Jemaah harus saling membantu dan menjaga satu sama lain,” ujarnya.
Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim juga mengingatkan agar seluruh jemaah menjaga nama baik Kabupaten Sumenep dan Indonesia di hadapan jutaan umat muslim dunia dengan menunjukkan sikap disiplin, tertib, dan santun selama berada di Tanah Suci.
Prosesi pelepasan berlangsung emosional. Tangis keluarga pecah saat para jemaah mulai menaiki bus yang telah disiapkan pemerintah daerah. Doa dan ucapan selamat terus mengiringi langkah para tamu Allah SWT menuju embarkasi.
“Semoga seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran ibadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur dan mabruroh,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Sumenep, Kamiluddin, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan 39 armada bus untuk mengangkut seluruh jemaah menuju Embarkasi Surabaya.
Ia menjelaskan, dari total 1.356 jemaah haji tahun ini, jemaah termuda tercatat atas nama Aprillia Ummul Maufroh asal Kecamatan Batang-Batang yang lahir pada 22 April 2010. Sedangkan jemaah tertua adalah Supakmi asal Kecamatan Bluto yang lahir pada 15 Februari 1930.
Keberangkatan jemaah haji Kabupaten Sumenep dibagi dalam beberapa kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 77 pukul 03.00 WIB, Kloter 78 pukul 10.00 WIB, Kloter 79 pukul 13.30 WIB, dan Kloter 81 pukul 16.00 WIB. (Mawar)