Sumenep, Selasa 3 Maret 2026 | Berita Satu- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar “Sumenep Berselawat 2026” yang dirangkai dengan refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati. Agenda ini tidak hanya menjadi peringatan spiritual, tetapi juga momentum evaluasi pencapaian pemerintahan selama setahun terakhir.
Kegiatan yang berlangsung di areal timur Taman Potre Koneng, dipadati ribuan jamaah bersama Majelis At-Taufiq. Lantunan selawat menggema sebagai wujud syukur atas perjalanan pemerintahan sekaligus doa untuk kemajuan daerah.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa refleksi satu tahun kepemimpinan menjadi ruang penting untuk mengukur capaian program sekaligus memperbaiki kekurangan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat bersyukur atas berbagai capaian yang telah diraih. Semua ini tidak lepas dari dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat Sumenep,” ujar Fauzi, Selasa (3/3/2036).
Dalam paparannya, Fauzi menyampaikan bahwa pembangunan selama satu tahun terakhir difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program yang mencakup pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat, hingga pemberdayaan sumber daya manusia (SDM).
Pemkab juga berupaya menjaga stabilitas sosial dengan tetap mengedepankan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pembangunan tidak hanya soal fisik, tapi juga penguatan moral dan spiritual masyarakat,” tegasnya.
Sebagai daerah yang dikenal religius, Sumenep menempatkan ulama dan tokoh masyarakat sebagai mitra strategis dalam pembangunan. Fauzi menekankan bahwa keberhasilan program pemerintah sangat bergantung pada kolaborasi lintas elemen.
“Pemerintah daerah memerlukan sinergi alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan untuk mencapai keberhasilan pembangunan,” terangnya.
Sumenep Berselawat pun menjadi simbol penguatan ukhuwah antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus ruang konsolidasi sosial untuk menjaga keharmonisan daerah.
Refleksi satu tahun kepemimpinan yang dikemas dalam agenda keagamaan ini dinilai sebagai langkah memperkuat kedekatan emosional pemerintah dengan masyarakat. Selain menjadi ucapan terima kasih, kegiatan ini juga menjadi panggung konsolidasi untuk memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan.
“Semangat kebersamaan harus terus dijaga agar berbagai program pembangunan berjalan baik demi kemajuan Sumenep,” pungkas Fauzi, yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep. (Jubah)