Jakarta, Senin 10 November 2025 | Berita Satu- Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian serius terhadap pengaruh buruk game online terhadap generasi muda. Dalam rapat terbatas di Kertanegara, Jakarta.
Prabowo meminta jajarannya untuk mempertimbangkan mempertimbangkan dan mencari solusi terhadap dampak permainan berani yang dinilai semakin meresahkan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden menyoroti banyaknya game yang menampilkan elemen kekerasan dan berpotensi membentuk perilaku agresif pada anak-anak.
“Tidak menutup kemungkinan game online ini ada hal-hal yang kurang baik. Itu bisa mempengaruhi generasi kita ke depan,” ujar Prasetyo usai rapat bersama Presiden, Senin (10/11/2025).
Prasetyo mencontohkan game bergenre tembak-tembakan seperti PUBG, yang menampilkan berbagai jenis senjata dan aksi brutal. Menurutnya, hal ini dapat menormalisasi kekerasan bagi remaja dan anak-anak yang sedang dalam fase perkembangan karakter.
“Di situ ada jenis-jenis senjata dan mudah sekali dipelajari, ini lebih berbahaya lagi. Secara psikologis, mereka bisa terbiasa dengan kekerasan,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ikut menyinggung soal kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta, yang melibatkan pelajar berusia 17 tahun. Polisi menemukan senjata mainan di lokasi kejadian yang diduga terinspirasi dari permainan berani.
“Kami menemukan jenis senjatanya senjata mainan, ada tulisan-tulisan tertentu. Motifnya masih kami dalami,” ujar Kapolri di Istana Kepresidenan.
Kapolri menegaskan, penyelidikan terus dilakukan untuk memastikan apakah ada korelasi antara kebiasaan bermain game online dengan tindakan kekerasan pelajar tersebut.
Pemerintah kini tengah menyiapkan langkah-langkah strategi, mulai dari regulasi regulasi game online, hingga kampanye literasi digital sehat bagi anak dan remaja.
Presiden Prabowo menekankan bahwa pendidikan karakter dan ketahanan moral digital harus diperkuat agar bangsa tidak kehilangan arah di tengah gempuran budaya digital global. (Sarang)