Jakarta, Senin 10 November 2025 | Berita Satu- Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan penting dengan sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara di kediaman pribadinya, Jakarta. Rapat terbatas tersebut membahas tiga agenda utama yang tengah menjadi sorotan nasional, yakni penertiban tambang ilegal, penanganan insiden ledakan SMAN 72 Jakarta, serta finalisasi pemberian gelar pahlawan nasional tahun 2025.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, agenda pertama membahas laporan dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin terkait penertiban tambang nikel ilegal di Morowali. Presiden Prabowo disebut ingin mendapatkan pembaruan langsung mengenai hasil peninjauan lapangan yang dilakukan oleh tim kementerian.
“Beliau ingin mendapatkan update berkenaan dengan masalah pertahanan dan terutama laporan sekembalinya beliau dari Morowali serta Bangka Belitung,” jelas Menteri Prasetyo, Senin (10/11/2025).
Menurutnya, Presiden menaruh perhatian serius terhadap kegiatan penambangan ilegal yang merusak lingkungan dan mengancam keselamatan sumber daya alam. Melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan, pemerintah mulai menindak tegas para pelaku penambangan tanpa izin di berbagai daerah.
Selain tambang, pertemuan juga membahas laporan khusus dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait penanganan kejadian ledakan di SMAN 72 Jakarta. Presiden disebut mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dan tim medis dalam mengevakuasi serta menangani para korban.
“Beliau menyampaikan terima kasih karena penanganan terhadap korban cukup cepat, sangat cepat. Pengamanan di TKP, penyelidikan, dan permintaan informasi dilakukan secara sigap,” tambah Prasetyo.
Agenda terakhir berkaitan dengan penganugerahan gelar pahlawan nasional tahun 2025. Menteri Kebudayaan Fadli Zon melaporkan proses finalisasi nama-nama tokoh yang mengusulkan menerima gelar tersebut.
“Bapak Presiden mendapat masukan dari Ketua MPR dan Wakil Ketua DPR. Finalisasi ini penting agar penetapan pahlawan nasional melalui proses yang matang dan melibatkan banyak pihak,” ujarnya.
Presiden Prabowo disebut ingin keputusan pemberian gelar pahlawan nasional dilakukan secara transparan dan penuh pertimbangan sejarah serta kontribusi tokoh terhadap bangsa. Ia menugaskan tim khusus untuk berkomunikasi langsung dengan para tokoh masyarakat dan ahli sejarah.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ledakan SMAN 72 Jakarta. Seluruh korban luka-luka telah mendapatkan perawatan intensif dan sebagian besar sudah pulang.
“Saat ini Alhamdulillah sudah dibuatkan posko, dan para korban semoga tercapai,” ujar Kapolri.
Pertemuan di kediaman Presiden Prabowo turut dihadiri Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua MPR Ahmad Muzani, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco, serta Panglima TNI Jenderal Agus Subianto. (Sarang)