Bandung, Minggu 19 Oktober 2025 | Berita Satu- Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kunci kepemimpinan sejati terletak pada akal sehat, kejujuran, dan integritas moral. Menurut Kepala Negara, seorang pemimpin yang baik harus mampu mengatasi permasalahan masyarakat dengan perhitungan yang matang dan berlandaskan kebenaran.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat memberikan orasi ilmiah pada Sidang Senat Terbuka Universitas Wisuda Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Bandung, Jawa Barat.
Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa menjadi pemimpin yang mampu menyelesaikan persoalan rakyat bukanlah hal yang menjamin janji yang dijalankan dengan niat tulus dan kecermatan berpikir.
“Kunci daripada kepemimpinan yang baik adalah yang bisa mengatasi kesulitan masyarakat. Sebenarnya tidak terlalu sulit, dari pengalaman yang saya alami,” kata Presiden Prabowo, Minggu (19/10/2025).
Prabowo menjelaskan, pemimpin sejati harus bertindak dengan akal sehat, teliti, dan cermat sebelum mengambil keputusan. Tindakan itu, lebih lanjutnya, harus didasarkan pada kebenaran dan dijalankan dengan kepribadian jujur serta anti korupsi.
“Pemimpin yang utama adalah menggunakan akal sehat, bertindak atas perhitungan yang cermat, dan perhitungan itu harus didasarkan pada kebenaran. Kalau ini ditaati, tinggal satu hal: kepribadian yang jujur dan tidak korupsi,” tegasnya.
Selain itu, Prabowo juga menyoroti pentingnya memahami peran manusia dalam kehidupan sosial. Ia mengingatkan agar setiap individu berani menjadi pemimpin yang baik atau pengikut yang setia, bukan mereka yang tidak mau menyetujuinya.
“Saudara harus berani jadi pemimpin yang baik atau pengikut yang baik, tapi jangan tidak mengerti peran saudara. Kadang ada saatnya jadi pemimpin, ada saatnya jadi pengikut yang setia,” tutupnya.
Pidato Presiden Prabowo ini mendapat sambutan hangat dari para akademisi dan mahasiswa UKRI karena dianggap memberi pesan moral yang kuat bagi generasi muda Indonesia dalam membangun karakter kepemimpinan yang berintegritas di masa depan. (Firman)