Pamekasan, Sabtu 15 November 2025 | Berita Satu- Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman mengungkapkan alasan khusus perlunya penguatan dalam bidang umum atau trantibum. Selain itu, kesiapsiagaan bencana untuk mengantisipasi terjadinya fenomena hidrometeorologi tahun 2025.
Menurutnya, kesiapan personil trantibum memerlukan sinergi setelah mengingat beberapa kejadian akhir akhir ini dan kesiapsigaan bencana sebagai alarm bersama untuk selalu sigap dan siaga menghadapi berbagai situasi dan kondisi. Baik yang berhubungan dengan mitrometeorologi maupun yang bersifat ketentraman dan persetujuan umum.
“Saya sampaikan terima kasih kepada semuanya, sehingga terjadinya bencana selama ini dapat ditangani secara cepat, tepat dan akurat. Sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran pemerintah di saat terjadinya bencana,” katanya, Sabtu (15/11/2025).
Berdasarkan penelitian, Pamekasan memiliki potensi bencana, seperti banjir, longsor, angin puting beliung, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan. Yakni termasuk gelombang pasang dan abrasi, bahkan tsunami. Sehingga kerja sama diantara beberapa instansi terkait sangat diperlukan.
“Berdasarkan data yang kita miliki, tahun 2024 Kabupaten Pamekasan mengalami 20 bencana banjir, 103 bencana cuaca ekstrem, 23 bencana tanah longsor, 31 kebakaran hutan dan lahan, 269 bencana kekeringan, dan 1 gempa bumi dengan total korban 66.390 KK,” tandasnya.
Pasalnya, pada tahun 2025 terhitung sejak Januari hingga Oktober tercatat 25 bencana banjir, 43 cuaca ekstrem, dan 24 bencana tanah longsor. Selain adannya 20 bencana kebakaran hutan dan lahan, 231 kekeringan, serta 3 gempa bumi dengan total korban 57.945 KK.
“Oleh karena itu, kami menyambut baik kesiagaan menghadapi bencama hidrometeorologi tahun 2025 untuk memastikan kesiapan kita semua dalam mengantisipasi terjadinya bencana di Kabupaten Pamekasan,” tutupnya. (Yudi)