Lumajang, Kamis 6 November 2025 | Berita Satu- Bencana banjir lahar dingin Gunung Semeru kembali menerjang wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Akibatnya, ratusan warga di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, terlindungi setelah akses jalan dan jembatan penghubung antarwilayah rusak parah.
Kepala Desa Gondoruso, Maman Suparman, menyebutkan tiga dusun terdampak parah, yakni Dusun Kaliwelang, Liwek, dan Glendang Petung. Sedikitnya 300 kepala keluarga (KK) kini terputus akses transportasi dan kesulitan menjalani aktivitas harian.
“Banjir lahar dingin membuat tiga dusun di Desa Gondoruso terselamatkan. Sekitar 300 KK sulit beraktivitas karena akses jalan terputus,” ujar Maman, Kamis (6/11/2025).
Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan puncak Gunung Semeru sejak pagi. Debit air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Semeru meningkat drastis, membawa material pasir, batu, dan lumpur hingga menutup jalur utama.
Salah satu infrastruktur vital yang rusak adalah jembatan limpas penghubung Kecamatan Pasirian–Tempursari. Jembatan tersebut kini tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Kami masih berkoordinasi dengan BPBD Lumajang untuk membuka akses warga dan membangun jembatan darurat,” tambah Maman.
Selain merusak infrastruktur, banjir lahar dingin juga mengganggu lahan pertanian dan tambang pasir warga. Enam penambang pasir sempat terjebak di area tambang, namun berhasil diselamatkan setelah mendaki ke bukit.
“Tiga orang berhasil keluar lebih dulu, tiga lainnya naik ke bukit. Semuanya selamat,” tutupnya.
Pantauan lapangan menunjukkan material lumpur dan batu vulkanik menutupi sebagian besar jalan. Beberapa warga nekat menyebarkan aliran banjir demi kembali ke rumah, bahkan mengangkat sepeda motor agar tak terseret arus. Untuk sementara, warga yang ingin menuju Tempursari harus memutar melalui Desa Kajaran sejauh 25 kilometer.
Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama BPBD dan relawan kini melakukan penanganan darurat, termasuk evakuasi warga, pembukaan jalur alternatif, serta pemantauan aktivitas vulkanik Gunung Semeru guna mengantisipasi potensi bencana susulan. (Imam)