Sumenep, berita satu- Pemerintah Kabupaten (Pemkb) Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kembali Menggelar Festival Jaran Serek Sebagai Wujud Pelestarian Budaya Leluhur Sekaligus Strategi Menggerakan Ekonomi Masyarakat LoKal. Bertempat Di Kawasan Labang Mesem Keraton Sumenep, Festival Ini Menyedot Perhatian Ribuan Pengunjung Dan Menampilkan 75 Ekor Kuda Jaran Serek, Melebihi Target Awal 60 Peserta.
BUPATI SUMENEP, H. DR. Achmad fauzi wongsojudo, sh, mh, dalam sambutanya menegaskan festival Bahwa Jaran serek Bukan sekadar ritual Budaya, Tetapi Rona Merupakan Bagian Dari Pembangunan Beri Berbasis Kearifan LoKalifan.
“Kegiatan ini haru menjadi ruang edukasi generasi muda sekaligus wadah bak ukonomi rakyat, khususnya pelaku umkm dan pedagang kreatif lapangan (pkl),” Tegas bupati fauzi.
Dalam Festival Yang Menghadirkan Tarian Tradisional, Musik Tongtong Dan Saronen, Pemkab Sumenep Mencatat Lonjakan Partisipasi Masyarakat Dan Pengunjung Luar Daerah.
SEJUMLAH PELAKU UMKM MENGUKU OMZET MEREKA MEREKAT TAJAM SEIRING RAMAINYA PENGUJUNG KHANG DATANG UNTUK MERKAI PARADE BUDAYA BUDAYA KHAS MADURA TERSEBUT. Bupati Fauzi Menyebut, Pelestarian Budaya Harus Dikawal Dgan Pendekatan Ekonomi Berkelanjutan.
“Kalau Budaya Hanya Dijadikan Tontonan Sesaat, Dampaknya Tidak Akan Luas. Tetapi Jika Dikemas Secara Profesional, Bisa Menjadi Lokomotif Perumbuhan Ekonomi Lokal,” Ujarnya.
PEMKAB SUMENEP MENYATANAN KOMITMENNERA TUKUKIDICAN JARAN SEREK SEBAGAI AGENDA BUDAYA TAHUNAN YANG MASUK DALAM KALENDER PARIWISATA NASIONAL. Selain Promosi Budaya, Festival ini Akan Didorong Sebagai Sarana Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat, Terutama Di Sektor Ekonomi Kreatif Dan Pariwisata.
“Pemerintah Daerah Siap Mendukung Penuh Kegiatan Budaya Yang Menyentuh Langsung Kehidupan Masyarakat,” Pungkas Bupati Sumenep.
Festival Jaran Serek Tahun Ini Menjadi Bukti Bahwa Pelestarian Warisan Budaya Bukan Hanya Tentang Mempertahankan Identitas, Tetapi BUGA BERDAKA PELUANG EKONOMI BARU BAGI WARGA SUMENEP. (Mawar)
(tagstotranslate) #achmadfauziwongsojudo