Probolinggo, Rabu 29 April 2026| Berita Satu- Pemerintah Kota Probolinggo mulai mengakselerasi pembinaan generasi muda melalui program strategi bertajuk “Ruang Muda Mandiri, Berkarya, Muda Berdaya 2026”. Kegiatan ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam mencetak pemuda yang adaptif, kreatif, dan berdaya saing di tengah tantangan zaman.
Program yang digelar oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispopar) di Command Center Kantor Wali Kota pada tanggal 29 hingga 30 April 2026 tersebut diikuti 60 peserta dari berbagai unsur, mulai dari mahasiswa, pelajar, organisasi kepemudaan, hingga Forum Pemuda Pelopor.
Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin, hadir langsung bersama Ketua TP PKK dr. Evariani dan Kepala Dispopar Muhammad Abas sebagai bentuk dukungan penuh terhadap penguatan kapasitas generasi muda.
Kepala Dispopar, Muhammad Abas, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan seremonial, melainkan bagian dari strategi pemerintah membuka ruang aktualisasi bagi pemuda.
“Kami ingin membekali pemuda dengan kemampuan organisasi, kemandirian, kreativitas, hingga kepedulian sosial agar mampu melahirkan ide-ide inovatif untuk pembangunan daerah,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi dari sejumlah praktisi kreatif dan penggerak komunitas, di antaranya Muhammad Anwar dari Batu Creative Network, Zainurrozakus Sholihin dari Forum Kreatif, serta Nico Sawiji dari Forum Pemuda Pelopor.
Dalam arahannya, Wali Kota menekankan bahwa kemandirian pemuda harus dibarengi dengan produktivitas dan karya nyata.
“Pemuda tidak cukup hanya mandiri dalam berpikir, tetapi juga harus mampu menghasilkan karya yang memberi manfaat bagi lingkungan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti peran strategi generasi muda sebagai penentu masa depan bangsa menuju visi Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, potensi besar pemuda akan menjadi kekuatan pembangunan jika diarahkan melalui aktivitas kolaboratif dan inovatif.
“Pemuda harus berani menjadi agen perubahan. Masa depan daerah dan bangsa sangat ditentukan oleh kontribusi nyata generasi muda ini,” tambahnya.
Pemerintah Kota Probolinggo pun mendorong pemuda untuk aktif menggali potensi diri dan mengambil peran dalam pembangunan daerah. Kegiatan ini juga dibuka dengan penampilan Tari Laksmi oleh pelajar Sanggar Tari Tri Sukmawati, yang mewakili semangat kreativitas dan energi positif generasi muda.
“Melalui program ini, kami berharap lahir generasi muda yang tidak hanya siap menghadapi perubahan, tetapi juga mampu menciptakan inovasi bagi kemajuan kota,” tutupnya. (Bambang)