Pamekasan, Jumat 6 Februari 2026 | Berita Satu- Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, KH. Kholilurrahman, menekankan pentingnya nilai khidmat santri kepada pondok pesantren dan kiai sebagai fondasi utama dalam tuntutan ilmu dan berkiprah di tengah masyarakat. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Mahasiswa Al Majidiyah (Imamah) Plakpak Pegantenan.
KH. Kholilurrahman menyebut, pengabdian santri kepada pesantren dan kiai bukan sekedar tradisi, melainkan syarat utama untuk memperoleh ilmu yang bermanfaat, barokah, dan berdampak sosial. Menurutnya, keberhasilan seorang santri tidak hanya diukur dari prestasi akademiknya, tetapi juga dari ketundukan dan adab kepada gurunya.
“Jika kepada pengasuh saja kita bisa tunduk dan taat, maka kepada Allah SWT tentu harus lebih taat. Dari situ akan tumbuh bibit-bibit ketaatan yang kuat,” tegas KH. Kholilurrahman, Sabtu (7/2/2026).
Bupati Pamekasan menjelaskan, nilai khidmat harus terus dijaga meskipun santri telah masuk ke dunia organisasi dan kemahasiswaan. Organisasi, kata dia, sejatinya menjadi ruang belajar untuk berinteraksi lintas golongan, sekaligus melatih keikhlasan dalam berjuang tanpa pamrih.
“Ketika khidmat diterapkan dalam organisasi, maka orientasinya bukan lagi soal apa yang didapat, tetapi apa yang bisa diabdikan,” ujarnya.
Menurutnya, nilai pengabdian pesantren dapat diparalelkan dengan gerakan organisasi mahasiswa Islam. Jika dijalankan dengan niat yang lurus, organisasi akan melahirkan kader yang matang secara intelektual, spiritual, dan sosial.
“Nilai khidmat kepesantrenan inilah yang harus menjadi ruh organisasi mahasiswa Islam, agar lahir branding mahasiswa yang berakhlak, berilmu, dan berguna bagi masyarakat,” tutupnya. (Yudi)