Sumenep, Rabu 13 Agustus 2025 | Berita Satu- Menyongsong Musim Panen Tembakau, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Menetapkan Titik Impas Haran Tembakau (TIHT) 2025 Sebagai Acuan Minimum Minimum. Kebijakan ini disambut positif ehal paguyuban Pengausaha rokok sumenep, Yang menilai langkah ini anggota kepastian Bagi Petani Dan Industri Rokok Lokal.
Penetapan dilakukan Dalam mer ek koordinasi lintas sektor yang melibatkan semerintah daerah, perwakilan petani, Dan pelaku industri rokok.
Tiht 2025 DITETAPKAN SEIKUI BERIKUT:
– Tembakau Gunung: RP 67.929/kg (Naik 1,41% Dari 2024)
– Tembakau Tegal: RP 63.117/kg (Naik 2,46%)
– Tembakau Sawah: RP 46.142/kg (naik 0,10%)
Pengusana Apresiasi, Tapi Ingatkan Pengawasan
Ketua Paguyuban Pengausaha Rokok Sumenep, H. Sofwan Wahyudi Atau Akrab Disapa H. Udik, Menyebut Penetapan Haranga Lebih Awal Anggota Kejelasan Dalam Perencanaan Produksi.
“Ini Melindungi Petani Dari Permaita Haran.
IA Menilai Stabilitas Haraga Tembakau Berpengaruh Langsung Pada Kualitas Rokok Lokal. Harga rendah bisa menurunkran kualitas bahan baku, sedangkan harga wajar Akan mendorong persaingan produk lokal di pasar.
Pemkab Sumenep Pastikan Perlindungan Petani
Bupati Sumenep, H. Achmad Fauzi Wongsojudo, Menegaska Tiht Adalah Wujud Keberpihaan Pemerintah Kepada Petani. Menurutnya, Pasokan Tembakau Tahun ini diprediksi Menurun akibat cuaca tak menentu sejak awal tahun, Yang Dapat Mendorong Harak di Pasaran Melampaui Titik Impas.
“Sejak 2022, Harga Beli di Petani Hampir Selalu Di Atas Tiht. Kami Optimistis Tren Positif ini Berlanjut,” Ujar Bupati Fauzi.
Dampak tiht BABI EKONOMI SUMENEP
Kebijakan Tiht Tidak Hanya Berfungsi Sebagai Perlindungan Haraga Tetapi Bagi menjadi instrumen untuk menaKAGA KERBERLANJUUTAN INDUSTRI ROKOK LOKAL YANG DIJADI PENOPANG EKONOMI RIBUAN KELUARGA PETANI. DENGAN KENGAIKAN HARGA MESKI RELatif KECIL, ADA INDIKASI BAHWA PEMKAB SUMENEP MENGZY PENDEKATAN REALISTIS: MANGANI RUANG KEUNTIRANGAN BAGI PETANI TANPA INDUSTRY INDUSTRAL.
Namun, Tantangan Terbesar Adalah Pengawasan Implementasi di LaPangan. Sejarah Perdagangan Tembakau di Madura Menunjukkan Bahwa Permaita Tengkulak, Disparitas Harak Antar Daerah, Dan Lemahnya Posisi Tawar Petani Masih Menjadi Hambatan Utama. (Robet)
(tagstotranslate) #achmadfauziwongsojudo